Kayak adalah olah raga air yang paling aku suka. Sebagai anak yang lahir dan besar di pinggiran danau Toba, Sumatera Utara, tidaklah aneh kalau aku sangat menggilai olahraga yang satu ini. Walaupun sebenarnya kecintaanku terhadap kayak diawali dengan kejadian yang lucu dan menakutkan bagiku saat itu. Saat itu aku berumur 7 tahun. Di kampungku banyak orang yang berprofesi sebagai nelayan sehingga mereka memiliki sampan kayu untuk mencari ikan. Sedangkan bapakku adalah seorang petani yang tidak memiliki bakat mencari ikan. Temanku yang sangat cantik, Sumi adalah anak kepala desa. Kebetulan mereka memiliki sampan. Dia mengajakku untuk ikut dalam sampan yang dia kayuh. Saat itu aku penasaran bagaimana rasanya naik sampan apalagi bersama teman. Dia mengayuh sampan hingga sedikit menjauh dari tepian, aku mulai gemetar ketakutan. Aku minta Sumi untuk membawaku kembali ke tepian, namun dia tidak menghiraukanku. Aku akhirnya menangis sambil membayangkan sampan terbaik, aku yang belum bisa berenang pasti akan tenggelam dengan mudah. Mendengar tangisanku, temanku Sumipun mengayuh sampan menuju tepi. Kami sempat tidak saling menyapa beberapa waktu karena dia membuatku trauma dengan sampan. Cerita masa kecil yang lucu namun kini membuatku cinta akan olahraga ini dari lubuk hatiku yang paling dalam.
Kecintaanku semakin mendalam semasa perkuliahan. Saya bergabung dalam kelompok pecinta alam fakultas filafat UGM dan mendalami divisi air. Saat itu saya sering melakukan latihan kayak di depan lembah UGM, petualangan kayak ke Imogiri dan juga kadang di selokan Mataram. Sedikit ekstrim hingga akhirnya cinta dengan olah raga arung jeram yang akan aku bahas di tulisan lain. Sabar ya :).
Begitu pula saat aku bekerja di pulau Papua, aku sempatkan mengayuhkan dayungku di danau Sentani, Jayapura. Sangat jelas kuingat, saat itu saya, Patrick, Kika dan Reni menyewa satu sampan panjang milik nelayan di salah satu pulau di Danau Sentani. Kika yang tidak bisa berenang ikut juga dalam sampan. kami berempat mengayuh perahu ke tengah danau terkadang Kika berteriak agar kami tidak terlalu jauh dari tepian. Pengalaman itu mengingatkanku akan masa kecil. Lucu sekali, aku seperti balas dendam :P
Pengalaman kayak di Indonesia tidak terlupa begitu saja. Setelah pindah ke benua Eropa pada tahun 2013, saya juga ingin menikmati olah raga ini seperti dulu. Bagaimana tidak semangat, kami tinggal di kota Lausanne Swiss, tidak jauh dari danau Leman (danau Jenewa). Saya semakin bernostalgia dengan kehidupan saya di masa kecil, saat tinggal di tepi danau Toba. Di danau Leman ini, kegiatan olah raga air sangat diminati termasuk olah raga kayak. Namun sayangnya kegiatan ini hanya bisa dilakukan antara bulan april hingga bulan september. Tidak jauh dari kota Lausanne, terdapat juga danau Neuchatel yang menjadi tempat olah raga air semasa musimnya.
Pada bulan Agustus 2013, saya mengawali pengalaman kayak pertama di benua Eropa tepatnya di sungai Dordogne, Perancis. Petualangan ini merupakan salah satu bagian acara pernikahan teman dari suamiku, Patrick. Jalur sungai yang kami lalui sangat panjang namun kami tidak bosan karena sepanjang tepi sungai kami lewati pemandangan bangunan tua yang luar biasa. Di jalur sungai sendiri kami sering melewati kapal-kapal turis, juga lumut-lumut sungai yang sangat artistik. Sambil sesekali kami berhenti untuk berenang bersama tim dan istirahat makan siang sambil berdiskusi. Matahari sangat terik, terkadang tangan sudah lelah untuk mengayuh dayung.
Ditambah lagi Patrick yang menjadi teman saya di satu perahu, tidak terlalu memahami teori dayung maju, dayung mundur, dayung tarik dll. Sambil bercanda saya katakan bahwa mendayung berdua dalam perahu itu seperti halnya menjalani kehidupan pasangan, komunikasi dan kerja sama yang baik akan membawa perahu semakin maju dan lurus ke depan. Walaupun pada kenyataannya, akan mengalami banyak rintangan, seperti lumut tebal yang berbelit-belit, arus sungai yang tidak menentu, panas terik yang membuat lelah, jalur panjang yang kita tidak tau dimana ujungnya. Diapun setuju dan kami semakin semangat mengayuh dayung sambil sesekali menggangu teman yang sedang berada di perahu lain.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar