Minggu, 03 Februari 2013

Ini namanya keajaiban!!



Masih segar dalam ingatan saya saat pihak kedutaan Swiss di Jakarta menolak pengajuan visa kunjungan saya di bulan November 2012 tahun lalu. Saat itu dengan suara bergetar menahan sedih saya berulang kali memohon untuk diberikan alasan penolakan secara verbal, namun petugas berambut pendek dengan wajah dingin menolak untuk memberikan alasan. Sampai akhirnya seorang petugas kedutaan yang lain masuk ke dalam ruangan dan saya dengan kekuatan yang masih saya miliki, mencoba memohon alasan penolakan visa. Tetap dengan wajah yang tanpa ampun dan tatapan mata yang tidak berbelas kasih, beliau juga menyatakan tidak mengetahui alasan penolakan visa karena yang menolak visa adalah bagian imigrasi di Swiss. Saat itu airmata saya langsung jatuh tanpa aba-aba(hahah,emg ada ya?) dan rasa malu saya seketika hilang walaupun beberapa pelamar visa sudah memperhatikan perdebatan saya dengan petugas di kedutaan sejak awal. Dengan semangat yang patah, saya bergegas ke luar ruangan tersebut dan berjalan melalui pintu gerbang kedutaan yang dijaga ketat oleh petugas keamanan. Saya tidak sanggup lagi menyapa mereka dengan senyuman khas saya (halahhhh). Bingung memikirkan tindakan apalagi yang bisa saya lakukan, akhirnya saya beranjak pulang ke Cikarang tempat kediaman kakak saya.
Beberapa hari kemudian,saya bersama pacar mendatangi kantor kedutaan tersebut dan dia diperbolehkan masuk tanpa harus membuat janji terlebih dahulu. Di dalam kantor kedutaan dia hanya disambut oleh resepsionis yang mengatakan bahwa petugas pengurusan visa tidak melayani komplain di hari senin. Kamipun diminta untuk menelepon kantor kedutaan sekitar jam 2 siang. Sekitar jam 2 siang, pacar saya, Patrick menelepon kantor kedutaan dan yang menjawab seluruh pertanyaan yang kami ajukan adalah sang resepsionis, kami disarankan untuk melakukan naik banding di imigrasi Swiss.
Seminggu berlalu kami sudah mempersiapkan seluruh dokumen yang akan dikirim oleh orangtua pacar saya ke kantor imigrasi di Swiss. Dibutuhkan waktu kira-kira 1-2 bulan untuk mendapatkan hasil naik banding. Wowww...waktu yang tidak singkat, ini membuat kami menjadi putus asa. Harapan untuk berkumpul bersama keluarga pacar di hari natalpun sirna sudah. Saya dan pacar tidak ingin larut dalam kesedihan, akhirnya kami memutuskan untuk melakukan liburan ke Bandung dan Yogyakarta. Hingga pada pertengahan bulan Desember, saat pacar saya akan kembali ke Swiss, hasil naik banding tidak kunjung datang. Apalagi setelah kami dengar bahwa tidak pernah ada sejarahnya usaha naik banding pelamar visa diterima oleh pihak imigrasi. Karena biasanya keputusan kantor kedutaan di satu negara sangat dipercayai sebagai keputusan akhir.
Setelah berdiskusi panjang, kami memutuskan untuk pasrah saja dengan hasil naik banding yang kami tidak tau pasti kapan datangnya. Sambil menunggu keputusan tersebut saya mempersiapkan dokumen yang diperlukan untuk strategi berikutnya, yaitu mengurus visa menikah. Urusan dokumen yang sangat rumit dan panjang, hingga saya harus pulang kampung untuk mendaptkannya. Satu bulan di kampung akhirnya dokumen lengkap, saatnya untuk menghadap ke pejabat di kementerian sebelum saya masukkan aplikasi ke kedutaan. Lagipula keputusan banding tak kunjung datang. Satu hari di Cikarang setelah saya kembali dari kampung, saya mendapat kabar dari pacar bahwa naik banding di imigrasi Swiss diterima!!Saya shock dan sangat tidak percay. Tiba-tiba saja saya menangis karena terharu. Ini luar biasa Tuhan, sahut saya pada Tuhan. Sedikitpun kami tidak berharap akan hasil banding, namun sebaliknya kami mendapat kabar yang luar biasa membahagiakan. Saat kami tidak berharap apapun dari usaha kami, namun Tuhan memberikan yang terbaik. Tuhan memang baik untuk selama-lamanya, God is good all the time.