Selasa, 27 November 2012

Penolakan tanpa alasan jelas!

Tak pernah menyangka pengajuan visaku akan ditolak dengan alasan seperti ini. masih berjuang hingga kini :-X

Rabu, 07 November 2012

Acara Adat Bakar Batu


         Apakah anda pernah mendengar acara adat bakar batu? Mungkin sebagian pernah baca di internet, mendengar dari teman, menonton di televisi atau bahkan sudah pernah melihat dengan langsung acara ini berlangsung. Di sini saya mau berbagi pengalaman budaya dengan anda. Bakar batu merupakan acara resmi yang diadakan oleh masyarakat secara bersama-sama untuk merayakan suatu hal yang penting, misalnya pernikahan, damai setelah perang, penamatan anak sekolah, peresmian gereja dan acara ulangtahun.

Satu bulan berada di Wamena, saat itu tanggal 12 Desember 2010 saya tinggal bersama masyarakat di Seima. Sebagai orang baru saya akan dengan senang hati berkenalan dengan masyarakat, alam dan budaya yang mereka miliki. Saat itu bertepatan dengan peresmian satu gereja baru yang sudah selesai pembangunannya. Acara tersebut dirayakan secara besar-besaran dan sangat meriah dan dihadiri oleh orang-orang penting serta masyarakat dari kampung dan gereja lain. Ada juga tentara dengan jumlah besar ditugaskan untuk berjaga-jaga lengkap dengan senjata laras panjang di tangan mereka. Hmmm...saya sempat bertanya sebenarnya kenapa mereka harus diturunkan untuk berjaga-jaga, jawaban yang saya terima adalah bahwa itu memang sudah menjadi tugas mereka berjaga-jaga di tempat dimana ada sejumlah besar orang berkumpul dalam satu acara. Terimakasih bapak tentara sudah baik dan bersedia berjaga untuk masyarakat:)
Bagi anda yang belum pernah melihat proses bakar batu berlangsung, berikut saya paparkan proses yang saya ikuti saat itu:
-        Batu disusun rapi dan bertingkat di dalam satu lahan sepanjang 50 meter. Di tepinya kayu sudah disusun rapi dan di atas batu diletakkan rumput-rumput dan ranting-ranting kering.
-    Tidak jauh dari tempat pembakaran batu, dilakukan penggalian tanah dan menjadi lobang secara terpisah dalam jumlah yang banyak. Lobang-lobang inilah yang nantinya dipakai untuk tempat pembakaran makanan (Ubi, sayur-sayuran, keladi dan babi)
-       Jam enam pagi masyarakat sudah berkumpul di lapangan menyanyikan lagu-lagu daerah khas pegunungan tengah, Papua.
-     Rombongan babi dikumpulkan di lapangan sejumlah 90 ekor yang akan dibunuh untuk acara tersebut.
-  Sebagian masyarakat mengambil rumput-rumput hijauh ke bukit-bukit sambil menyanyikan lagu-lagu daerah.
-    Setelah tempat pembakaran siap, babi-babi mulai dibunuh dengan cara dipanah di bagian perut.
-     Babi-babi yang sudah tidak bernyawa disusun berjejer di lapangan. Setiap keluarga menyiapkan lobang pembakaran khusus untuk babi-babi mereka.
-   Babi-babi yang telah tersusun rapi dibagi kepada masing-masing keluarga untuk dibakar dan setelah itu isi perut dan usus dikeluarkan dan disimpan untuk acara keesokan harinya.
-   Batu-batu yang sebelumnya sudah dimasukkan dalam tempat pembakaran dibakar hingga menjadi panas, kemudian dilakukan pemindahan batu panas ke lobang-lobang yang sudah disiapkan. Di atas batu panas diletakkan rumput hijau, kemudian daging babi, ubi, jagung, keladi dan sayur-sayuran disusun secara berlapis memenUhi lobang
-      Lobang tersebut ditutup hingga rapat dengan menggunakan terpal plastik, selama 3 jam, kemudian pada sore hari dibuka dan dilakukan pembongkaran makanan yang sudah menjadi masak oleh batu panas
-   Makanan dikeluarkan, daging dipotong-potong dan tim pengantar makanan sudah bersiap menyambut dengan tarian mereka
-   Keluarga-keluarga yang sudah hadir dibagi dan ditempatkan sesuai dengan nama kelompoknya. Ayo mama hajar boleh!!

Sabtu, 03 November 2012

Penantian panjangku

Sunyi yang dulu kukira tak berujung, akankah kini menjadi pecah?
aku belum berhak untuk berbangga atas penantian panjangku, karena hati kosongku masih juga belum terisi oleh kehadiranmu.
bila aku berani menghitung hari penantian panjang ini, itu karena ku tau ada harapan di penghujung hari. genap sudah seribu tiga hari hingga kini kumenanti. beragam rasa yang sudah kulalui menemani hari-hariku, kadang tawa bahagia,tangisan sendu,galau yang menyiksa dan tidak lepas dari amarah menggelora.
sudah terlalu lama ku menanti dan juga kau kekasihku hatiku, namun semakin kurasakan