Sunyi yang dulu kukira tak berujung, akankah kini menjadi pecah?
aku belum berhak untuk berbangga atas penantian panjangku, karena hati kosongku masih juga belum terisi oleh kehadiranmu.
bila aku berani menghitung hari penantian panjang ini, itu karena ku tau ada harapan di penghujung hari. genap sudah seribu tiga hari hingga kini kumenanti. beragam rasa yang sudah kulalui menemani hari-hariku, kadang tawa bahagia,tangisan sendu,galau yang menyiksa dan tidak lepas dari amarah menggelora.
sudah terlalu lama ku menanti dan juga kau kekasihku hatiku, namun semakin kurasakan
cinta kita seperti awan putih di langit biru Jayawijaya yang setia menampung uap bumi sepanjang musim kemarau dan siap terpecah membuka lembaran musim hujan di awal november.
hati kita bagaikan pohon cemara di perbukitan pegunungan tengah, yang setia dalam pengharapannya. semasa penantian akan turunnya hujan. akarnya yang kuat semakin menembus kedalaman tanah kering perbukitan, batangnya yang kokoh semakin tegak berdiri, dedaunan kecil berwarna hijau melambai mengiringi tiupan angin Kurima. cinta dan hati kita bagaikan awan dan pohon cemara pegunungan tengah Papua, sungguh indah kekasihku!
Aku kini sangat bangga untuk cinta dan kasih dari hatimu yang tidak kasat mata. mereka boleh berprasangka, akupun kadang meragu di masa penantian ini namun aku kini sangat mengenalmu dengan caraku. kamu yang tak tergantikan bahkan dengan sosok menawan lain di depan mataku. kubahagia bisa tinggal diam menanti kedatanganmu dan menobatkan diriku si gadis petualang nan setia...hahaha
*teruntuk kekasihku,Patrick Stuby
aku belum berhak untuk berbangga atas penantian panjangku, karena hati kosongku masih juga belum terisi oleh kehadiranmu.
bila aku berani menghitung hari penantian panjang ini, itu karena ku tau ada harapan di penghujung hari. genap sudah seribu tiga hari hingga kini kumenanti. beragam rasa yang sudah kulalui menemani hari-hariku, kadang tawa bahagia,tangisan sendu,galau yang menyiksa dan tidak lepas dari amarah menggelora.
sudah terlalu lama ku menanti dan juga kau kekasihku hatiku, namun semakin kurasakan
cinta kita seperti awan putih di langit biru Jayawijaya yang setia menampung uap bumi sepanjang musim kemarau dan siap terpecah membuka lembaran musim hujan di awal november.
hati kita bagaikan pohon cemara di perbukitan pegunungan tengah, yang setia dalam pengharapannya. semasa penantian akan turunnya hujan. akarnya yang kuat semakin menembus kedalaman tanah kering perbukitan, batangnya yang kokoh semakin tegak berdiri, dedaunan kecil berwarna hijau melambai mengiringi tiupan angin Kurima. cinta dan hati kita bagaikan awan dan pohon cemara pegunungan tengah Papua, sungguh indah kekasihku!
Aku kini sangat bangga untuk cinta dan kasih dari hatimu yang tidak kasat mata. mereka boleh berprasangka, akupun kadang meragu di masa penantian ini namun aku kini sangat mengenalmu dengan caraku. kamu yang tak tergantikan bahkan dengan sosok menawan lain di depan mataku. kubahagia bisa tinggal diam menanti kedatanganmu dan menobatkan diriku si gadis petualang nan setia...hahaha
*teruntuk kekasihku,Patrick Stuby
Tidak ada komentar:
Posting Komentar