Arung jeram adalah satu olah raga yang dilakukan di sungai. Kegiatan olah raga ini merupakan satu tantangan. Tetapi banyak pecinta alam di Indonesia yang meggemari olah raga ini. Di Indonesia, olah raga ini mulai digemari pada tahun 1990 an. Alasan yang mendorong orang-orang untuk menggemari olah raga ini memang beragam. Ada yang melakukan karena kesenangan, ada yang melakukannya sebagai kegiatan kelompok, ada juga yang melakukannya dengan cara profesional. Secara umum, para penggiat ini dibagi dalam kelompok pemula dan kelompok ahli. Kelompok pemula adalah orang-orang yang melakukan arung jeram untuk kesenangan selama akhir pekan atau selama liburan tetapi tidak menggiatinya secara terus-menerus. Biasanya, mereka didampingi oleh seorang pemandu dari salah satu agen wisata arung jeram. Kelompok ahli adalah orang-orang yang mempelajari olah raga ini secara mendalam dan berkelanjutan. Sering dilakukan oleh para pelajar dari kampus, diatur per fakultas dalam kelompok pecinta alam. Arung jeram menjadi salah satu kegiatan yang wajib dipelajari oleh anggota pecinta alam dan ada dalam program kegiatan organisasi.

Dulu,waktu saya mahasiswa, saya bergabung dalam kelompok pecinta alam di fakultas Filsafat UGM dan saya menjadi ketua divisi arung jeram. Saya juga menjadi anggota dari kelompok Forum Arung Jeram Yogyakarta (FAJY). Bersama anggota FAJY, kami melakukan berbagai ekspedisi sungai-sungai di berbagai daerah di Indonesia. Biasanya, kami melakukan arung jeram di sungai berarus deras. Tingkat kesulitan dibagi menjadi 6 tingkat: dari tingkat 1 hingga tingkat 6. Untuk para pemula disarankan untuk melakukan arung jeram di sungai dengan tingkat kesulitan 1 hingga 3. Untuk kelompok ahi dan profesional bisa melakukan arung jeram di sungai dengan tingkat kesulitan 3 hingga 5. Sungai dengan tingkat kesulitan sangat berbahaya dan tidak ditujukan untuk kegiatan arung jeram. Tingkat kesulitan bisa berubah sewaktu-waktu sesuai dengan ketinggian air, tekanan arus deras atau dipengaruhi oleh musim. Selama pengarungan di sungai, sering harus berhenti berkali-kali untuk melakukan pemantauan (scouting) kondisi sungai. Ini dilakukan dari perahu atau dari tepi sungai untuk mengetahui sisi berbahaya dan memutuskan jalur mana yang akan dilalui.
Peralatan penting untuk melakukan olah raga ini terdiri dari perahu karet, dayung, pelindung kepala, pelampung, tas tahan air, dan pompa. Jumlah penumpang dalam satu perahu biasanya 6 orang: 5 pendayung dan 1 pemandu (skipper) yang berfungsi sebagai kapten perahu. Olah raga ini adalah olah raga tim karena seluruh anggota tim harus bekerja sama dan mendengarkan arahan dari sang kapten. Singkatnya, sang kaptenlah yang mengatur jalannya perahu. Itulah mengapa dia ditempatkan di bagian belakang dengan posisi sedikit lebih tinggi dari yang lain supaya bisa melihat dengan jelas arus sungai. Tiga pendayung yang duduk di sisi kanan perahu dan dua di sisi kiri. Tugas para pendayung ini adalah untuk membuat perahu semakin bergerak maju. Saya bisa gunakan peribahasa berikut: kapten adalah kemudinya dan para pendayung adalah baling-balingnya.

Arung jeram adalah salah satu olah raga yang beresiko. Selama lima tahun saya menggeluti olah raga ini, sudah lima orang meninggal karena kecelakaan selama kegiatan. Mereka jatuh ke dalam jeram dengan arus yang deras dan terjebak dalam putaran air seperti dalam mesin cuci pakaian. Mereka tenggelam dalam air keruh. Ketika seseorang meninggal dalam salah satu jeram, biasanya nama mereka dijadikan sebagai nama jeram tersebut sebagai kenang-kenangan.
Pada akhirnya arung jeram bagiku adalah pelajaran nyata dalam hidup. Perjalanan menyusuri sungai dari titik keberangkatan hingga titik akhir, dipenuhi dengan masa bahagia tetapi juga masa sulit: saat terjatuh, harus naik lagi ke perahu, lelah mendayung, tetapi kita belajar bagaimana berkomunikasi dengan anggota tim, saling bekerja sama, mengikuti arahan kapten supya tidak terbalik. Semua orang harus bekerja bersama-sama dan saling berkoordinasi supaya perahu tetap berada di arah yang pas. Arung jeram mengajarkanku bagaimana hidup bersama dengan orang lain.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar