Aku adalah tipe perempuan melankolis dan nostalgis tapi tidak menyukai keromatisan. Suka mengingat tanggal-tanggal bersejarah yang berhubungan dengan pasangan. Misalnya, tanggal pertama bertemu, tanggal jadian sebagai kekasih, tanggal dilamar, tanggal menikah (pastinya), dan tanggal lahir (wajib). Tapi tidak suka membuat kejutan kepada pasangan, karena saya bukan tipe orang romatis. Kontradiktif memang, harusnya ya orang yang suka mengingat-ingat tanggal bersejarah pastinya suka membuat kejutan atau rencana-rencana romantis untuk pasangan. Entahlah, yang jelas aku lebih suka mengucapkan selamat tanggal jadian atau selamat ulang tahun pernikahan, tanpa embel-embel. Nah, sebaliknya Patrick adalah orang yang sama sekali tidak mengingat tanggal-tanggal penting dalam hubungan, namun suka merencanakan sesuatu yang menarik saat dia tau bocoran tanggal dariku. Jadi klop kan, aku yang ingat tanggal, dia yang buat rencana. Soalnya dia suka beraktivitas di alam. Sebenarnya kami sama, tapi tingkat kesukaan dia lebih banyak dibanding saya yang sering punya masalah malas dan sakit.
Cerita soal aktivitas di alam, kami berdua memiliki ritual yang bisa dibilang tidak disengaja karena setiap merayakan ualng tahun pernikahan, Patrick akan mengajakku untuk pergi mendaki ke pegunungan alpen yang dipenuhi dengan gletser. Aku sih oke-oke saja karena kami berdua suka mendaki tapi selalu membayangkan dinginnya gletser, langsung menyerah duluan. Namun dia selalu meyakinkan, di puncak sana matahari akan terik jadi dinginnya tidak terasa. Dan juga pendakian ini kami lakukan setiap pertengahan bulan September. Dengan persiapan peralatan mendaki seperti pakaian hangat, sepatu yang kuat dan niat yang bulat akupun mencoba menikmati perayaan ini.
Ulang tahun pertama pernikahan pada pertengahan bulan September 2014, kami rayakan dengan mendaki hingga ke Gletser Aletsch, di kabupaten Valais, Swiss. Dibutuhkan 1,5 jam perjalanan dengan mobil dari kota Lausanne menuju desa Bettmeralp. Saat kami tiba, cuaca agak mendung. Kami ambil angkutan "mobil kabel" menuju titik awal pendakian. Sambil menunggu cuaca cerah, kami makan siang di restoran yaang berada tepat di tepi tebing. Seandainya cuaca cerah, pasti pemandangan dari restoran ini akan menakjubkan.
Setelah cuaca semakin terang, kamipun memulai perjalanan menuju lokasi gletser. Kami berpapasan dengan beberapa orang yang melakukan perjalanan berlawanan arah. Karena untuk menuju lokasi gletser ini bisa juga diawali dari desa Fiescheralp, tempat dimana kami akan mengakhiri pendakian ini. Kami menyusuri tepian bukit dan di sebelah kiri kami sudah terhampar gletser yang berbentuk aliran sungai. Sangat indah!
Matahari sudah mulai menampakkan wujudnya, mengiringi pendakian kami hingga lembah pertigaan, ke kiri menuju gletser dan ke kanan menuju desa Fiescheralp. Kamipun mengikuti arah menuju gletser karena memang Patrick ingin sekali menunjukkan kepadaku bagaimana bentuk gletser dari jarak dekat.
Saking terlalu larut dalam euforia kebahagiaan, sayapun beraksi bak peloncat indah di atas batu-batu. Oh ya, sebagai informasi, sangat disarankan untuk menggunakan kacamata hitam saat dekat dengan gletser, karena pantulan cahaya lewat putihnya es sangat tidak baik untuk retina mata, sangat berbahaya!Itu sebabnya kalau lihat atau nonton para penggiat ski, mereka selalu menggunakan kaca mata hitam. Jadi kacamata hitam bukan selama-lamanya untuk "gaya" saja ya :P
Setelah puas menikmati keindahan gletser, kami melanjutkan perjalanan pulang. Melewati danau-danau kecil di pegunungan, terowongan, dengan pemandangan pegunungan Alpen yang sudah dipenuhi dengan salju putih di puncaknya. Bagaimana aku tidak bersyukur dengan kehidupan di negara ini, pemandangan yang luar biasa indahnya bisa didapatkan di setiap sudut, hanya dibutuhkan keinginan untuk bergerak sedikit dari rumah. Bagaimana aku tidak bersyukur dengan ulang tahun pernikahan yang kami rayakan dengan menghabiskan waktu yang luar biasa di alam, tempat yang sama-sama kami cintai bersama dengan orang yang kami cintai, hanya dibutuhkan usaha untuk selalu berbahagia dengan pasanganmu. Selalu mencintaimu dan alam kita :*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar