Pernah merindukan pemandangan sunset yang indah? saya yakin banyak orang menyukai sunset dan keindahan warnanya. begitu pula saya, seorang pengagum sunrise tapi lebih lagi sunset, aneh memang!saya sangat mencintai suasana melankonlis, senyap, samar dan suara deburan ombak. perpaduan ini menghantarkan aliran listrik dalam diri saya, energi untuk bersedih, melamun dan berujung airmata. Saya memang sudah berteman dengan sunset sejak saya dilahirkan. Saya lahir di sebuah desa kecil di tepi danau yang terluas di dunia, Danau Toba. Nama desaku Bage, biasanya disebut Bage indah
oleh orang-orang sekampungku, karena memang kampungku sangatlah indah.
oleh orang-orang sekampungku, karena memang kampungku sangatlah indah.
Sunset menjadi sahabat bagiku hampir setiap hari selama 6 tahun. Sore hari sepulang dari ladang untuk sekedar membantu orangtua, saya akan langsung loncat ke dalam air danau dan menikmati dinginnya air, riak ombak kecil terkadang hadir bersama buih yang berbau lumut. Setelah puas bermain di air biasanya saya akan duduk di teras menghadap ke ujung danau jauh di depan mata terpapar sunset kuning bercampur kelabu. Soreku sempurna....
Di kala malam hari menjelang, waktunya untuk belajar. kadang bosan datang menyapa kuayunkan langkah ke teras di lantai dua, kulihat bayangan bulan jatuh di atas permukaan danau. aku suka...kali ini bukan sunset, tapi moonshadow....aku juga suka!
Tanpa kusadari, kesedihan dan kebahagiaan menjadi satu dalam waktu yang bersamaan. Begitulah hidupku saat ini, sunset dan moonshadow selalu mengiringi hari-hariku...namun begitu, aku menerima.
Kuingin ada di sana saat ini memandangi sunset sambil menanti moonshadow nan indah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar