Rabu, 24 Oktober 2012

Apakah Anda Pecinta Anjing?

Pecinta anjing berarti apa ya? apakah mencintai dalam konteks mengkonsumsi atau malah sebaliknya? atau mencintai dalam konteks memelihara atau melepasnya?
Pertanyaan di sisi lain adalah apakah anda bukan pecinta anjing? mungkin karena takut, jijik atau malas dan memang tidak suka? semua rasa yang muncul ada dalam diri anda. Saya mau berbagi proses saya mulai mencintai anjing (lagi-lagi proses ya) :)
3 tahun terakhir terhitung dari bulan november 2009 saya sangat ketakutan setiap melihat anjing. Satu pengalaman pernah digigit dan dikejar-kejar anjing saat saya sedang melakukan perjalanan ke sebuah desa di pegunungan Jayawijaya, saya merasa nafas saya berhenti dan yang bisa saya lakukan hanyalah berteriak dan merasakan badan saya yang tiba-tiba menjadi kaku.
Setelah kejadian itu saya selalu ketakutan, langkah terhenti dan badan menjadi kaku setiap melihat anjing walaupun hanya dari kejauhan.
Pengalaman lain yang semakin membuatku "membenci" binatang ini adalah ketika  masa tinggal 2 bulan di Kota Kinabalu.  Saat itu saya menyewa bilik (rumah kontrak) di daerah Taman Golden City, Luyang. Rumah dan kamar yang saya sewa sangat nyaman dan tidak mengecewakan. Namun hal yang membuat saya selalu ketakutan adalah ketika saya harus pergi membeli makanan ke ujung jalan di kompleks pertokoan Cina, saya harus melewati beberapa rumah yang pemiliknya mungkin pecinta anjing. Saya pernah hitung, anjing berjumlah 4 ekor. semuanya tidak diikat alias dilepas bebas. Gonggongan anjing akan
bersahutan setiap saya mencoba lewat walaupun sebenarnya saya berusaha mengambil jalan di seberang mereka. Momen begini sangat tidak saya suka. Hingga suatu kali saya memutuskan untuk mengayuh sepeda merah saya untuk membeli makan malam di ujung jalan. Perlahan saya keluar menggowes pedal sepeda, tiba- tiba seekor anjing dengan lantang menggonggong dan disambut dengan gonggongan anjing lain. Sangat jelas dalam ingatan saya, seekor anjing mengejar saya dan dengan kekuatan yang saya miliki mencoba menggowes pedal sepeda supaya anjing sialan itu tidak berhasil mengejar saya. saya berhasil walaupun sebenarnya malam itu saya berteriak histeris, kaku, berkeringat dan syok. setelah makanan sudah dibungkus dan saya harus kembali ke rumah. saya harus melewati jalan mana?pasti anjing-anjing itu masih di sana, bersantai di halaman, atau mungkin menunggu saya kembali melewati jalan itu?? saya sangat bingung saat itu, saya berdiri di tepi jalan sambil menunggu mobil- mobil yang akan lewat. saya kayuh sepeda secara perlahan, berhenti dan menunggu mobil lagi. hingga tiba saatnya melewati rumah dimana anjing-anjing itu berada. oh..mobilnya sangat laju, saya hanya berkendara sendiri..saya kayuh kencang, gonggongan bergema..saya masuk garasi, ikat sepeda dan langsung masuk kamar. saya menangis, berkeringat dan kaku. yang bisa saya lakukan saaat itu adalah menghubungi sang kekasih lewat telepon genggam saya, saya menangis sepuasnya, mengeluh  dan kekasih mencoba memberi solusi. 
Cerita tentang ketakutan saya yang lain terhadap anjing masih bergulir dan hingga akhirnya saya kembali ke kota ini, Yogyakarta. Saya akan tinggal di sini untuk mengikuti les bahasa Perancis dan saya akan tinggal bersama sepupu saya yang memiliki anjing. what the hell??????????
Namanya Goldy, karena dia adalah jenis anjing Golden. Sosoknya besar, panjang, bulu lebat berwarna coklat. kata orang-orang dia cakep dan ganteng. tapi buatku saat itu dia menakutkan. setiap jam makan dia akan dibawa keluar rumah, saya biasanya akan berlari ke kamar dan mengintip dari jendela. Si Goldy juga menyadari ada orang baru di rumah ini, namun saya tak kunjung menghampiri dia untuk berkenalan. Selama satu bulan berlalu, saya memperhatikan sepupu saya yang baik hati (bukan pemilik anjing) selalu memperhatikan Goldy dengan sepenuh hati, bahkan teman lelakinya juga ikut memanjakan Goldy. saya melihat kesibukan sepupu saya memelihara Goldy, akhirya saya tergerak untuk membantu meringankan tugasnya. proses ini saya awali dengan membersihkan kotoran Goldy, menyiraminya dengan air sesaat setelah menyiram tanaman di taman kecil rumah ini, melepasnya untuk sekedar bermain sebentar dengan bola kecil. itulah awal persahabatanku dengan Goldy, hingga akhirnya saya sadari bahwa rasa sayangku untuknya sudah tumbuh. rasa takut, benci dan jijik yang dulu sangat kuat dalam diri saya berubah melalui proses diganti dengan cinta yang nyata. Goldy sahabat baruku, temanku di saat kesepian di kota Yogyakarta yang sekarang asing bagiku.








Tidak ada komentar: