(KI)sah (K)it(A)
Tanpa peduli betapa ruang tak memungkinkan
Juga keringat yang menempal
Kita sepertinya tidak terpisahkan
Seperti sali dan noken
Pulau Papua mematangkan tali kasih di antara kita
Aku menemukan sahabat hatiku
Saat aku jatuh sakit
Kamu selalu jadi perawat istimewa
Hadir dengan tangan lembut
Mengalirkan pijatan ampuh
Masih jelas tertata di ingatanku
Kita menangis, bernyanyi, berdoa bersama
Juga mengkritik, menasihati dan ...
Mengetuk kepala dengan cinta
Ketika akhir pekan tiba
kita nikmati keindahan alam Wamena
Menapaki bukit-bikit indah Ugem
Diiringi lambaian angin Kurima
Dengan teman tim sepeda
Kita menyusuri lembah Baliem
Dengan wajah gembira
Kita menyeberangi sungai Yetni
Pertengahan bulan maret 2012
Aku meninggalkan Wamena
Kamu dan adik-adik kita
Mengantarku ke bandara dengan cinta dan airmata
O Kika, O Wamena
Adalah lagu cinta kita akan Wamena
Ho ma di au, au ma di ho
Adalah lagu cinta kita berdua
Hari ini adalah hari bahagiamu
Bersama kekasih hatimu
Aku sedih dan meneteskan air mata
Karena ragaku jauh darimu
Hari ini adalah hari bahagiamu
Hari yang kamu tunggu
Aku senyum dan tertawa bahagia
Karena hatiku dekat denganmu
Heureux mariage ma belle, Je t’embrasse fort!!
Swiss, 24 Januari 2015
Fatmawati Stuby
Tidak ada komentar:
Posting Komentar