Kamis, 09 Januari 2014

Jumpa lagi di tahun yang baru 2014

Selamat berjumpa lagi, kalau tidak salah hitung sudah selama 7 bulan saya tidak menghentakkan jari jemari ini sembari memainkan ingatan dan imajinasi dan menghasilkan tulisan yang walaupun biasa saja. Sebenarnya saya sering teringat akan hal ini namun sisi lain dari diri saya mengatakan nanti saja, masih sibuk dengan hal-hal rutin. Hal rutin apa yang membuat saya menjadi malas menulis?saya mencoba mengurutkan satu persatu, segala hambatan yang membuat saya selalu menunda aktifitas ini. Bulan Mei 2013, kali terakhir saya menulis dan saat itu saya masih tinggal di Cikarang sambil menunggu permohonan visa disetujui oleh pihak kedutaan Swiss di Jakarta. Bulan Juni saya sedikit terpuruk menunggu dan menunggu lagi, sehingga tidak memiliki semangat untuk menulis. Saya lebih menikmati bermain dengan keponakan-keponakan saya yang masih Balita, itu lebih mendamaikan hati. Bulan Juli saya mulai bergegas menyusun segala barang-barang yang akan dibawa dan akhirnya di akhir bulan sayapu berangkat ke Swiss. Bulan Agustus hingga bulan September kami sibuk mempersiapkan pernikahan dan hingga acara berlangsung sukses. Bulan Oktober hingga bulan Desember saya menenggelamkan diri dengan pelajaran bahasa perancis di Universitas Lausanne. Separuh dari tahun 2013 berakhir tanpa satu tulisanpun.
Di awal tahun ini, saya menikmati hari-hari liburan dengan menonton film dan membaca buku yang saya pinjam dari perpustaakn juga novel yang dibawakan oleh teman saya dari Indonesia. Novel berjudul ”Pulang” karya Leila. S.Chudori yang saya selesaikan dalam waktu tiga hari inilah yang menginspirasi saya untuk kembali menulis. Bukan karena iri dengan keberhasilan sang penulis, karena saya yakin seorang penulis berhasil membuat buku bukanlah dengan proses singkat. Pastinya dia sudah memulainya di masa lalu, betul juga karena saat membaca biografi sang penulis saya menjadi yakin bahwa dia sudah mengasah kemampuannya semenjak umur 12 tahun. Lewat tulisan dalam novel ini saya bisa merasakan getaran yang mungkin dirasakan oleh penulis saat dia mencoba merangkai cerita fiksi yang sangat kuat yang berhasil membuatku menetaskan airmata. Bagiku dia tidak hanya berhasil menggetarkan hatiku, membuatku menetaskan airmata namun juga berhasil mendorong semangatku untuk berani menorehkan isi memoriku ke dalam tulisan yang walaupun sangat sederhana dan masih jauh dari kualitas tulisan yang baik. Namun bagiku hal itu sudah sangat berharga dibanding dengan seperti tahun lalu saat saya selalu berusaha menekan dan menunda segala hasrat untuk kembali memainkan jemari ini di atas keybord laptop yang mungkin juga merindukan hentakan suara di atasnya.

Sampai jumpa lagi dalam hentakan berikutnya J

Tidak ada komentar: