Selamat berjumpa lagi, kalau tidak
salah hitung sudah selama 7 bulan saya tidak menghentakkan jari jemari ini
sembari memainkan ingatan dan imajinasi dan menghasilkan tulisan yang walaupun
biasa saja. Sebenarnya saya sering teringat akan hal ini namun sisi lain dari
diri saya mengatakan nanti saja, masih sibuk dengan hal-hal rutin. Hal rutin
apa yang membuat saya menjadi malas menulis?saya mencoba mengurutkan satu
persatu, segala hambatan yang membuat saya selalu menunda aktifitas ini. Bulan Mei
2013, kali terakhir saya menulis dan saat itu saya masih tinggal di Cikarang
sambil menunggu permohonan visa disetujui oleh pihak kedutaan Swiss di Jakarta.
Bulan Juni saya sedikit terpuruk menunggu dan menunggu lagi, sehingga tidak
memiliki semangat untuk menulis. Saya lebih menikmati bermain dengan
keponakan-keponakan saya yang masih Balita, itu lebih mendamaikan hati. Bulan
Juli saya mulai bergegas menyusun segala barang-barang yang akan dibawa dan
akhirnya di akhir bulan sayapu berangkat ke Swiss. Bulan Agustus hingga bulan
September kami sibuk mempersiapkan pernikahan dan hingga acara berlangsung
sukses. Bulan Oktober hingga bulan Desember saya menenggelamkan diri dengan
pelajaran bahasa perancis di Universitas Lausanne. Separuh dari tahun 2013
berakhir tanpa satu tulisanpun.
Di awal tahun ini, saya menikmati
hari-hari liburan dengan menonton film dan membaca buku yang saya pinjam dari
perpustaakn juga novel yang dibawakan oleh teman saya dari Indonesia. Novel
berjudul ”Pulang” karya Leila. S.Chudori yang saya selesaikan dalam waktu tiga
hari inilah yang menginspirasi saya untuk kembali menulis. Bukan karena iri
dengan keberhasilan sang penulis, karena saya yakin seorang penulis berhasil
membuat buku bukanlah dengan proses singkat. Pastinya dia sudah memulainya di
masa lalu, betul juga karena saat membaca biografi sang penulis saya menjadi yakin
bahwa dia sudah mengasah kemampuannya semenjak umur 12 tahun. Lewat tulisan
dalam novel ini saya bisa merasakan getaran yang mungkin dirasakan oleh penulis
saat dia mencoba merangkai cerita fiksi yang sangat kuat yang berhasil
membuatku menetaskan airmata. Bagiku dia tidak hanya berhasil menggetarkan
hatiku, membuatku menetaskan airmata namun juga berhasil mendorong semangatku
untuk berani menorehkan isi memoriku ke dalam tulisan yang walaupun sangat
sederhana dan masih jauh dari kualitas tulisan yang baik. Namun bagiku hal itu
sudah sangat berharga dibanding dengan seperti tahun lalu saat saya selalu
berusaha menekan dan menunda segala hasrat untuk kembali memainkan jemari ini
di atas keybord laptop yang mungkin juga merindukan hentakan suara di atasnya.
Sampai jumpa lagi dalam hentakan
berikutnya J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar